Di mana calon wali santri bertanya?
Bagi sebagian besar keluarga di Indonesia, WhatsApp adalah kanal komunikasi utama, sedangkan Telegram dipilih oleh sebagian lainnya. AHLAN mendukung keduanya, sehingga pesantren dapat hadir di tempat calon wali sudah berada.
- WhatsApp: pesantren menghubungkan nomor WhatsApp-nya ke ruang kerja AHLAN dengan memindai kode QR dari dashboard.
- Telegram: pesantren menghubungkan bot Telegram ke ruang kerja yang sama.
- Keduanya memakai dokumen resmi yang sama, sehingga jawabannya seragam.
Cara kerjanya
- 1Pesantren memiliki ruang kerja AHLAN dan mengunggah dokumen resmi.
- 2Pengurus menghubungkan WhatsApp dan/atau Telegram dari dashboard.
- 3Calon wali santri bertanya lewat kanal yang mereka pilih.
- 4Asisten menjawab berdasarkan dokumen; pengurus melihat percakapan di dashboard.
Mulai dengan aman: mode uji coba
Pada WhatsApp, pesantren dapat memulai dari mode uji coba yang hanya melayani nomor tertentu, mencoba kualitas jawaban bersama tim, lalu membuka layanan untuk umum ketika sudah yakin.
Hal yang perlu dipertimbangkan
- Gunakan nomor khusus layanan PSB, bukan nomor pribadi pengurus.
- Ketersediaan dan perilaku WhatsApp ditentukan oleh platform WhatsApp itu sendiri; tanyakan detailnya saat demo.
- Asisten menjawab informasi umum PSB. Pembicaraan personal dan keputusan penerimaan tetap oleh pengurus.
FAQ
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah chatbot bisa lewat WhatsApp?
Ya. Pesantren dapat menghubungkan nomor WhatsApp dengan memindai kode QR dari dashboard AHLAN, dan memulainya dengan mode uji coba untuk nomor tertentu.
Apakah masih bisa memakai Telegram?
Ya. Telegram tetap didukung, dan WhatsApp serta Telegram dapat dipakai bersamaan.
Apakah pengurus bisa melihat percakapan?
Ya. Percakapan dari kedua kanal dapat dipantau dari dashboard.